Tiga Ungkapan Lelaki
Lisan dan Janji Bagaimana mungkin lisan memberi janji dengan bebasnya sedangkan telinga mendengar dengan tanpa cela Bagaimana mungkin lidah mengucap ikrar seenaknya sedangkan otak menyimpan dengan tanpa lupa Bagaimana mungkin? _____ Akulah Barista Secangkir kopi di ujung meja Dihirupnya pelan aroma bubuk kopi hitam pekat Aku masih tak bisa mengganggumu Kau butuh ketenangan, pangkasku Pandanganmu masih tak bergerak Tanganmu masih saja tak bisa kuraih Mulutku ingin berbicara namun enggan bersuara Lalu kita kembali terdiam Kopimu mulai mendingin Kau pun terlihat resah Perlahan kau julurkan tanganmu Kau menangis, aku terkikis Sendumu tak tertahankan Aku masih tak bisa berkutik Kau selalu meminta kopi saat hatimu terluka "Butiran kopi tak akan pernah menyakitiku" katamu Apakah kau tahu, Seberapa besar ketulusan yang tertuang dalam tiap tetes kopimu? Apakah kau tahu, Ada manusia yang lebih mengerti ketimbang aroma kopimu? ...