Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2018

Puisi Untuk Bapak

Aku ingin menulis sebuah puisi untuk bapak Bapak adalah seseorang yang aku kagumi Bapak menjadi laki-laki paling kuat yang aku kenal Bapak berangkat kerja pagi sekali lalu pulang pada sore hari Bapak sering membawakan gorengan dan kue yang enak saat pulang Bapak terkadang juga membawakan mobil-mobilan untukku Bapak tidak pernah mengeluh Bapak selalu terlihat semangat saat beraktivitas Bapak selalu memberi aku motivasi untuk terus belajar Bapak selalu tersenyum saat aku tanya apakah bapak bisa lelah atau tidak Tapi aku pernah lihat bapak menangis Bapak menangis saat ibu sedang tidur Bapak bersimpuh menghadap sajadah dan kedua tangannya diangkat Itu adalah pertama kali aku melihat bapak menangis Walaupun bapak pernah menangis aku tetap menganggap bapak adalah laki-laki paling kuat Aku ingin menjadi laki-laki seperti bapak Aku sayang bapak

Surat Penghujung Perpisahan

             Perkenalan kami memang singkat. Kami bertemu di suatu ruangan rapat organisasi. Sesosok perempuan cantik dan sederhana. Gadis yang menyukai warna biru dan tidak suka melihat keadaan lingkungan kotor. Anaknya cerdas dan aktif. Dia juga dikenal dari kebaikannya. Begitulah sekiranya sedikit tentang dia. Aku sempat kaget ketika dia yang kupandangi dari tadi tiba-tiba mendekat dan duduk di sebelahku. "Perkenalkan, namaku Anna.  Kamu Anas ketua MPK, kan?" Aku sempat terdiam lalu tersenyum. Aku sendiri adalah ketua Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK) di sekolahku. "Eh, iya, " "Oke. Nanti kamu yang mimpin sambutan dari perwakilan MPK, ya." "Boleh." Kemudian Anna pergi ke depan untuk membuka acara. Anna sendiri adalah ketua OSIS yang baru saja terpilih di sekolahku. Dari segi kualitas memang kuakui dia adalah perempuan yang luar biasa. Dua laki-laki yang menjadi lawannya hanya berhasil memperoleh suara seperempat dari suara ke...