Surat Penghujung Perpisahan
Perkenalan kami memang singkat. Kami
bertemu di suatu ruangan rapat organisasi. Sesosok perempuan cantik dan sederhana.
Gadis yang menyukai warna biru dan tidak suka melihat keadaan lingkungan kotor.
Anaknya cerdas dan aktif. Dia juga dikenal dari kebaikannya. Begitulah sekiranya
sedikit tentang dia. Aku sempat kaget ketika dia yang kupandangi dari tadi
tiba-tiba mendekat dan duduk di sebelahku.
"Perkenalkan, namaku Anna. Kamu Anas ketua MPK, kan?"
Aku
sempat terdiam lalu tersenyum. Aku sendiri adalah ketua Majelis Permusyawaratan
Kelas (MPK) di sekolahku.
"Eh, iya, "
"Oke. Nanti kamu yang mimpin sambutan
dari perwakilan MPK, ya."
"Boleh."
Kemudian Anna pergi ke depan untuk membuka acara.
Anna sendiri adalah ketua OSIS yang baru saja
terpilih di sekolahku. Dari segi kualitas memang kuakui dia adalah perempuan
yang luar biasa. Dua laki-laki yang menjadi lawannya hanya berhasil memperoleh suara
seperempat dari suara kemenangan Anna. Dari kelas 10 sebenarnya aku sudah tahu
kalau ada siswa perempuan pintar yang bernama Anna. Namun entah kenapa aku baru
tertarik untuk mengenal dia ketika dia berhasil berbicara dan meyakinkan siswa
di sekolahku untuk memilihnya.
---
Sudah
hampir setahun berorganisasi ternyata tidak terasa. Teman sebangkuku, Doni
ternyata melihat sebuah nama yang kutulis dalam buku catatanku. Di sana
tertulis 'Anna'. Doni saat itu langsung mendakwa bahwa aku suka terhadap Anna.
Aku sempat mengelak. Walaupun pada akhirnya aku tak bisa berkutik karena memang
aku punya perhatian terhadapnya. Dia sempat mengatakan, "Ketua MPK Cuma berani
nulis di buku, Nas? lucu kamu." Sekali ini perkataan Doni benar. Di
organisasi aku dikenal sebagai sosok yang berani angkat bicara, namun untuk
urusan perempuan, kuakui, aku payah.
Ketika Doni tahu kalau aku suka ke Anna,
dia adalah orang kedua yang tahu setelah ibuku. Ibuku justru aku beri tahu
sejak awal saat aku suka Anna. Aku menceritakan sedikit tentang keseharian Anna
yang aku ketahui, aku ceritakan tentang prestasinya, juga tentang betapa
idealnya dia untuk aku kagumi. Saat itu ibuku tersenyum lalu berkata, "Duh,
Nang, anakku sudah besar. Lumrah kalau seumurmu punya rasa suka ke lawan jenis.
Tapi tolong ya, jangan berlaku aneh-aneh. Doakan saja supaya dia tetap menjadi
orang yang bisa kamu kagumi sampai nanti saatnya. Kamu fokus dulu ke
pelajaranmu, ya, Nang."
---
Hari
ini adalah hari pelepasan kelas 12, angkatanku. Semua siswa berpakaian rapi dan
bagus. Aku sendiri memakai kemeja putih, berdasi merah, dan berjas hitam serta
celana dan sepatu hitam. Satu persatu teman seangkatanku kuperhatikan. Beginilah
nuansa berpisah. Untuk terakhir kali bertemu pasti akan saling memperhatikan
satu sama lain dilanjut ucapan-ucapan perpisahan.
Dari
kejauhan aku melihat Anna. Dia terlihat tinggi dan cantik. Dia memakai Gaun
panjang berwarna putih minim hiasan. Kerudungnya putih menyesuaikan
gaun―terlihat padu dan indah. Sekilas aku melihat wajahnya cerah. Terdapat lekuk
senyum sesaat setelah dia tahu kalau kuperhatikan.
Dalam hanyut memandangi Anna, kedatangan Doni
membuyarkanku.
"Nas, Anas!"
"Iya."
"Kemarin pas aku nyewa jas, aku
ketemu Anna. Terus aku ...."
"Kamu apa?"
"Aku ... Aku ngomong ke Anna kalau
kamu ... kamu ... suka ke dia."
"Hah?! Kamu kok begitu? Kan aku sudah
bilang, jangan ngomong ke dia. Nanti kalau memang sudah saatnya, aku akan
ngomong sendiri. Nah, terus gimana kalau sudah begini?"
"Iya, Maaf. Toh juga ini udah mau
pisahan, Nas. Itung-itung cari kesempatan buat deket sama dia. Udah bukan anak
SMA lagi, kan? Kalo cuma ngomong ke dia masa iya enggak berani. Hahaha”
"Kamu
ini."
Acara
baru saja akan dimulai, namun pikiranku tidak bisa tenang. Aku akan malu kalau
memang Doni benar-benar ngomong ke Anna. Aku sendiri sudah menyembunyikan perasaan
ini selama 2 tahun. Aku lebih memilih diam karena aku sadar aku bukanlah apa
apa yang pantas bagi dia. Aku pun sadar bahwa cara memperlakukan perempuan yang
aku bisa hanya dengan mendoakan agar tetap istikamah di jalannya. Aku hanya
tidak ingin jika dia tahu kalau aku suka kepadanya justru malah membuat dia risih,
yang kemudian justru membuat aku tidak bisa lagi mengaguminya.
Diluar
dari Anna suka ke aku atau tidak, aku tidak peduli. Sepahamku, ketika aku bisa
melihat betapa luar biasanya perempuan satu ini dalam mengeluarkan pikiran, itu
sudah cukup. Selain dari aktivitasnya dalam berorganisasi, Anna juga perempuan
yang bagus akhlaknya. Dia sering mengikuti kegiatan sosial yang sering diadakan
di lingkungan sekitar sekolah. Duh, kau ini kurangnya apa, Ann.
Ketika
acara perpisahan hampir diujung acara. Ada teman Anna yang menyodorkan surat, "Dari
Anna, Untuk kamu." Ana memberiku surat? Surat perpisahan? Hahah, tidak
lah. Walaupun dia sudah diberi tahu Doni kalau aku suka dia, tentu dia hanya
akan cuek saja.
Setelah acara selesai, aku mencari tempat yang hening.
Hanya sekedar untuk membuka surat perpisahan
saja, aku butuh konsentrasi yang tinggi ternyata.
Isi suratnya kurang lebih begini:
Untuk Adi. Assalamualaikum, Di. Semoga
kamu selalu sehat dan dilimpahi rahmat oleh Allah SWT. Kemarin aku bertemu
dengan Doni, dia cerita banyak tentang kamu. Tentu melihat kamu sebagai ketua MPK
agaknya aku tidak terlalu heran. Dari kamu yang aktif berorganisasi, santun ke
guru dan temanmu, tidak pernah bolos sekolah, dan selalu menjalankan kewajibanmu
tanpa kecuali.
Ada beberapa omongan Doni tentang kamu yang
ingin aku tanyakan langsung ke kamu. Apakah benar kamu punya perhatian ke aku
yang masih banyak kurang ini? Kalaupun itu hanya omongan Doni yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,
aku terima kok. yah, melihat aku yang seperti ini manamungkin bisa membuat kamu
punya perhatian ke aku. Sedang, jika memang omongan Doni benar, sungguh, aku
akan sangat merasa tersanjung. Kamu yang selama ini menjadi idola teman-teman
dan aku juga, karena kepintaran dan
kebaikanmu, bisa sampai punya simpatik ke aku.
Surat ini tidak harus kamu balas, Di.
Kalaupun memang benar. Aku yakin kamu akan berusaha menjadi laki-laki yang bisa
menjaga keyakinanmu. Kalaupun tidak, tentu kamu boleh membuang surat ini. Terimakasih
sudah mau membaca surat dariku. Sukses dan sehat selalu. - Anna.
Komentar
Posting Komentar